Selasa, Maret 03, 2009

ANALISIS KEMAMPUAN PEMBIAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN GORONTALO PROPINSI GORONTALO

Sukri 1, A.Razak Thaha 2

1Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas, 2Bagian Gizi Masyarakat FKM Unhas


ABSTRAK

Pembiayaan kesehatan merupakan salah satu unsur dalam meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kemauan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, jenis pelayanan kesehatan yang diminati masyarakat dan bagaimana kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan serta mengetahui berapa besar anggaran kesehatan yang dialokasikan oleh Pemda Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo. Jenis penelitian ini penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Mongolato, Limboto, Sukamakmur, Sidomulyo, Tibawa dan Batudaa Pantai. Sampelnya adalah sebanyak 400 KK ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah KK setiap wilayah kerja Puskesmas. Teknik penarikan sampel yaitu simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Selain itu juga mengambil data sekunder dari Dinas Kesehatan meliputi data pembiayaan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kemampuan membayar masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berdasarkan 5% pengeluaran non makanan adalah Rp.15.174 dan berdasarkan pengeluaran nonesensial adalah Rp.140.491, besarnya kemauan membayar aktual masyarakat secara keseluruhan adalah Rp.103.116 dan normative sebesar Rp.65.894 (kemauan membayar aktual di Puskesmas sebesar Rp.4.370 dan Rumah Sakit sebesar Rp.22.093 dan kemauan membayar normative di Puskesmas sebesar Rp.3.674 dan Rumah Sakit sebesar Rp.20.773), jenis pelayanan kesehatan yang banyak diminati di Puskesmas adalah pelayanan dasar seperti pengobatan, KIA/KB, imunisasi, program P2M, rata-rata responden menyatakan puas terhadap pelayanan kesehatan, baik aspek administrasi, fasilitas dan ketersediaan peralatan dan tenaga kesehatan. Kemudian besarnya Dana Alokasi Khusus sektor kesehatan di Kabupaten Gorontalo untuk tahun 2001 sebesar Rp.1.116.311.355, tahun 2002 sebesar Rp.1.884.710.000, dan tahun 2003 sebesar Rp.4.980.177.655. Dari hasil penelitian tersebut disarankan kepada Pemda perlu peningkatan alokasi anggaran kesehatan dan pendapatan yang diperoleh dalam bidang kesehatan hendaknya tidak dijadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah, tetapi harus dikelola kembali oleh pihak rumah sakit dan dinas kesehatan sendiri.


Kata Kunci: Kemampuan, kemauan, pembiayaan kesehatan, masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar